Sukacita Menjadi Saksi Kristus

Pendahuluan

Manusia yang Tuhan ciptakan sebagai mahkluk yang paling mulia, manusia terdiri dari roh, tubuh dan jiwa. Tuhan menghendaki untuk bisa menjadi kemuliaan bagi nama-Nya. Manusia memiliki jiwa (pikiran, perasaan dan kehendak) yang sehat itu sebuah anugerah. Coba renungkan sejenak, bagaimana beberapa orang gila yang berkeliaran di pinggir jalan, jiwa mereka karena mengalami gangguan sehingga mereka tidak bisa bekerja, tidak bisa membedakan makanan busuk dan sehat di tempat-tempat sampah, tidak memiliki rasa malu dengan tidak mengenakan pakaian. Hari ini jiwa kita sehat itu saja sudah merupakan alasan untuk mengucap syukur. Apalagi dengan segenap roh, jiwa dan tubuh bisa merespon kehadiran Penebus dunia di tengah-tengah umat manusia, ini merupakan karunia khusus, sebab bangsa Israel yang menjadi saksi Penebus ada di tengah-tengah mereka saja, menolak.

pplcitylink.00_jpg_srz

Itu sebabnya pernyataan Nabi Yesaya sungguh luar biasa, sekalipun dia tidak melihat dengan mata jasmani, tidak hidup sejamannya, bahkan ratusan tahun kemudian Penebus itu baru menjelma menjadi manusia, tetapi Yesaya menyatakan: Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; Yesaya 9:5a. Bagaimana respon Yesaya jika ia satu generasi dengan Yesus Kristus di zaman itu ? Pasti woow. Bagaimana antusias kita dalam perayaan Natal tahun ini ? Antusias, jangan kendor, jangan putus asa. Jadilah pemenang atas segala krisis yang terjadi, sebab Penebus ada di tengah-tengah kita saat ini, apa yang harus kita takuti? Katakan tidak ada yang kita takuti. Amin!

Penutup

Hal yang harus diubah

  • coba satu
  • coba dua
  • coba tiga