Penyebab Orang Percaya Gagal Menjadi Saksi

Oleh Pdp. Kwa Herry Kusnadi

 

 

FOKUS

Pada waktu pertama kali kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat secara pribadi, kita merasakan ada suatu sukacita dan damai sejahtera dalam hati. Setiap kali mau ibadah rasanya hati deg-degan (roh menyala-nyala), tidak tahan untuk cepat-cepat sampai ke tempat ibadah supaya bisa ketemu Tuhan untuk kemudian menyembah dan memuji-Nya. Setiap firman Tuhan kita makan habis dengan rakus bahkan masih terasa kurang, sehingga dimana ada acara persekutuan, di situ kita berada. Atau tepatnya tiada hari tanpa persekutuan dengan Tuhan.

Dimana pun kita berada, mulut ini rasanya tidak mau diam untuk bicara dan menyaksikan tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Setiap bertemu dengan orang lain, ingin rasanya orang tersebut sama dengan kita, yaitu agar menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Serta menyaksikan bagaimana Tuhan sudah merubah seluruh hidup kita dan memberkati kita dengan luar biasa.

Namun seiring berjalannya waktu dimana kita mulai banyak mengetahui dan mengerti firman serta mulai banyak masalah dan persoalan maka perasaan deg-degan atau kerinduan untuk beribadah mulai berangsur hilang (roh mulai padam). Luk 12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

Mat 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Maka banyak diantara kita mulai mundur dan kasih mula-mula mulai pudar (tawar hati, kepahitan, kecewa, marah). Apalagi mulai timbul perselisihan. Ams 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

success-failure3-517x218

Apa Penyebab Orang Percaya Gagal Menjadi Saksi?

Dari sedikit kisah di atas maka dapat disimpulkan bahwa salah satu penyebab orang percaya gagal menjadi saksi adalah “KEHILANGAN FOKUS”
Kenapa? Kita lihat bahwa pada waktu pertama jatuh cinta sama Tuhan (sama pacar) maka, pikiran, perasaan, perhatian dan FOKUS kita hanya pada Tuhan (kekasih). Kita hampir2 bahkan gak mempedulikan lagi keadaan dan situasi disekitar kita, mau panas/dingin atau hujan/badai, tempatnya jauh dan jelek, dengan fasilitas yang pas-pasan, kita tidak peduli, yang penting bertemu dan dekat dengan Tuhan (kekasih).

Namun seiring berjalannya waktu yang disertai dengan berbagai macam persoalan hidup, maka secara tidak sadar FOKUS (perhatian, perasaan, pikiran) mulai bergeser yaitu mulai memikirkan diri sendiri, merasakan apa yang dulu diacuhkan (kenyamanan/keamanan diri sendiri, kepentingan diri sendiri). Mat 14:28-30 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”

Sobat bila hari ini kita mengalami apa yang dialami seperti di atas sehingga kita kehilangan fokus dan tidak bergairah lagi untuk menjadi saksi maka, marilah kita ambil 2 langkah berikut ini:

1. Bertobatlah
Why 2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

2. Duduk Diam Di Kaki Tuhan
Lukas 10:39-42 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

 

Pesan Tuhan hari ini
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Roma 12 : 11 – 12