MENDERITA KARENA KEHENDAK TUHAN, BUKAN KARENA DOSA (Materi PeKa 28 Agustus 2018)

Materi PeKa
Selasa, 28 Agustus 2018

MENDERITA KARENA KEHENDAK TUHAN, BUKAN KARENA DOSA

I. Rasul Paulus berkata dalam Filipi 3:10, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya.” Kita tahu latar belakang Rasul Paulus (dulu bernama Saulus), adalah seorang Farisi, berpendirian teguh pada hukum Taurat, penganiaya jemaat/ pengikut Kristus, dan tak bercacat dalam mentaati hukum Taurat (ayat 5, 6). Setelah mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus, Rasul Paulus hidup di dalam Kristus dan kebenaranNya. Seorang penganiaya pengikut Kristus justru berbalik menjadi pengikut Kristus dan siap menderita bagi Kristus.

Pelajaran pertama yang dapat kita peroleh adalah kepercayaan kita kepada Kristus dan hidup di dalam Kristus dan kebenaranNya, terkadang mendatangkan aniaya, kesusahan, dan penderitaan bagi kita. Mungkin ada diantara kita yang mengalami penderitaan karena percaya kepada Kristus dan hidup di dalam Kristus dan kebenaranNya, mengalami : penolakan, dikucilkan, tidak dianggap, ditolak, diperlakukan tidak adil, disiksa, dianiaya, dst. Dan bisa terjadi pada lingkungan keluarga, pekerjaan, komunitas, dll. Rasul Paulus menguatkan kita di ayat 13, 14…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

II. Dalam Filipi 1:29, “sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.” Menderita untuk Dia dalam hal berjuang memberitakan Injil (ayat 27) dan bekerja memberi buah (ayat 22). Kita tahu perjuangan Rasul Paulus dalam memberitakan Injil yang penuh dengan penderitaan bahkan sampai ancaman maut. Surat Filipi sendiri ditulis oleh Rasul Paulus di dalam penjara, bukan di tempat yang nyaman.

Jadi pelajaran kedua yang dapat kita peroleh adalah perjuangan kita dalam memberitakan Injil (keselamatan di dalam Kristus) terkadang mengalami aniaya, kesusahan dan penderitaan bagi kita. Kita dibenci orang, dimusuhi orang, diserang, difitnah, dianiaya, dipenjara, dan bahkan mungkin mengalami ancaman untuk dibunuh. Tetapi semuanya itu tidak membuat kita gentar atau takut, bahkan Rasul Paulus berkata, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (ayat 21). Para pendahulu kita dalam memberitakan Injil banyak yang menjadi martir, bahkan sampai saat ini banyak hamba-hamba Tuhan yang mengalami penderitaan dalam memberitakan Injil. Tetapi mereka kuat dan bertahan karena Tuhan yang memberi kekuatan kepada mereka, dan penderitaan yang mereka alami tidak sebanding dengan apa yang akan mereka peroleh, yaitu Mahkota Kerajaan Sorga.

III. 1 Petrus 2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya. Rasul Petrus mengingatkan kita untuk mengikuti teladan Tuhan Yesus, dalam hal :
– Menanggung penderitaan yang tidak harus kita tanggung (ayat 19).
– Menderita karena berbuat baik (ayat 20).
– Tidak membalas caci maki, tidak mengancam (ayat 21).
Jadi pelajaran ketiga yang dapat kita peroleh adalah mengikuti teladan Tuhan Yesus terkadang malah mengalami penderitaan bagi kita. Tetapi tentu saja hal itu tidak akan membuat kita berhenti untuk mengikut teladan Tuhan Yesus dan tidak akan membuat kita berhenti untuk tetap berbuat baik.

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :
1. Ketika kita tahu bahwa percaya kita kepada Tuhan Yesus terkadang mendatangkan penderitaan bagi kita, bukan mendatangkan berkat materi, kesuksesan, dll. Apakah hal tersebut membuat kita meninggalkan Tuhan Yesus ? Jelaskan alasan Saudara !
2. Ketika kita tahu bahwa dalam memberitakan Injil terkadang mendatangkan penderitaan bagi kita, bukan mendatangkan ketenaran, kesuksesan, berkat materi, dll. Apakah hal tersebut membuat kita enggan untuk memberitakan Injil ? Jelaskan alasan Saudara !
3. Ketika kita tahu bahwa dalam mengikuti teladan Tuhan Yesus terkadang mendatangkan penderitaan bagi kita, bukan mendatangkan kemudahan, kelancaran, kenyamanan, dll. Apakah hal tersebut membuat kita enggan untuk mengikuti teladan Tuhan Yesus ? Jelaskan alasan Saudara !

POKOK DOA :
1. Berdoa supaya kita diberikan kekuatan dalam menghadapi segala penderitaan karena kehendak Tuhan.
2. Berdoa bagi hamba-hamba Tuhan dalam perjuangannya memberitakan Injil.
3. Berdoa bagi Pemimpin Rohani kita supaya diberikan kekuatan, hikmat, dan jalan keluar dari Tuhan dalam menghadapi segala permasalahan yang ada.