Materi PeKa – Selasa, 27 November 2018 – KUASA ROH KUDUS YANG MEMBEBASKAN (DARI RASA KECEWA)

Materi PeKa

Selasa, 27 November 2018

 

KUASA ROH KUDUS YANG MEMBEBASKAN (DARI RASA KECEWA)

 

Kita tahu bahwa hidup kita terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Dua minggu lalu kita sudah belajar bagaimana peran salah satu Buah Roh Kudus (Galatia 5:22-23) yaitu sukacita,  yang dapat memampukan kita bebas dari rasa kecewa. Roh Kudus yang ada  hidup kita harus bisa menguasai jiwa kita (menguasai pikiran, perasaan, dan kehendak/keinginan kita). Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Terpancarnya kehidupan yang baik, benar dan berkenan di hadapan Tuhan, sumbernya dari hati yang  taat kepada kehendak Roh Kudus. Hati yang dikuasai oleh kehendak Roh Kudus, akan menguasai jiwa kita, dan diekspresikan dalam bentuk perkataan dan perbuatan kita.

 

Itu sebabnya  konflik batin seringkali terjadi dalam diri anak-anak Tuhan ketika:

  1. Diperhadapkan dengan pikiran yang tidak baik, pikiran kotor, jahat, dll.
  2. Diperhadapkan dengan perasaan negatif seperti rasa kecewa, tersinggung, marah, malu, dll.
  3. Diperhadapkan dengan keinginan duniawi.
  4. Diperhadapkan dengan realita sakit penyakit dan kelemahan yang kita alami.

 

Dan ketika kita kecewa (perasaan kita kecewa), biasanya tubuh kita akan mengekspresikan melalui :

  1. Perkataan : kata-kata negative, kata-kata pedas, kata-kata menghakimi, dst.
  2. Perbuatan : ekspresi muram, sedih, marah, malas, tidak bersemangat, dst.

 

Tetapi kita sebagai anak-anak Tuhan yang mempunyai Roh Kudus seharusnya tidak berekspresi demikian. Ketika kita kecewa, hal yang harus kita lakukan adalah :

  1. Penerimaan diri

Kita harus menerima dengan ikhlas dan dengan penuh kesadaran bahwa kita sedang mengalami sesuatu yang tidak enak. Kita harus bisa menerima apa yang tidak sesuai dengan harapan/ keinginan kita. Belajar dari apa yang dialami oleh Ayub (Ayub 2:10 …Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?”).

  1. Tenangkan diri dan introspeksi diri

Tenangkan diri supaya kita dapat berdoa (1Petrus 4:7 …Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa). Berteriaklah kepada Tuhan dalam doamu ketika engkau kecewa, bukan berteriak kepada orang-orang. Carilah kebenaran bukan pembenaran! Introspeksi diri, jangan-jangan ada kesalahan dalam diri kita yang membuat kenyataan tidak sesuai dengan harapan kita. Jangan terburu-buru menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, atau menyalahkan Tuhan.

  1. Tetap bersyukur

Selalu ada ucapan syukur bagi kita yang cinta Tuhan, bagi kita yang punya hubungan yang intim dengan Tuhan, apapun keadaan kita. Karena kita tahu bahwa Tuhan tahu persis apa yang sedang kita alami. Dan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita seorang diri (Ibrani 13:5b …Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”).  Dia Allah yang setia, sekalipun kita tidak setia, karena begitu besar KasihNya pada kita.

  1. Pakai Kuasa Roh Kudus

Yoh 16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Tuhan mau murid-murid-Nya naik level, karena tidak selamanya Yesus ada bersama dengan murid-muridNya. Sebagai seorang manusia pada saat itu (dalam rupa Yesus), Tuhan sangat terbatas, walaupun mujizat demi mujizat Dia lakukan. Tuhan tidak mau murid-muridNya terus terjebak mengandalkan Yesus ketika punya masalah. Yesus harus meninggalkan mereka dan hadir dalam dimensi yang lain yaitu Roh Kudus yang tinggal dalam hati murid-muridNya. Kuasa, Kasih dan Kebenaran yang ada dalam Yesus juga ada 100%  Roh Kudus. Murid-murid harus mulai meninggalkan ketergantungan kepada yang kelihatan (Yesus pada saat itu) dan beralih kepada yang tidak kelihatan, yang KuasaNya sama yaitu Roh Kudus.

 

Saat ini kita tidak melihat Tuhan dalam rupa manusia (Tuhan Yesus) tetapi kita melihat Tuhan dalam mata rohani yaitu dalam rupa Roh Kudus. Roh Kudus yang ada  hati kita adalah Tuhan Yesus itu sendiri yang penuh dengan mujizat. Roh Kudus juga Allah sendiri yang berarti Sumber dari segala yang ada. Roh Kuduslah yang memampukan kita menang dari segala persoalan dan memampukan kita bebas dari rasa kecewa. Mengapa kita sering kalah dengan perasaan padahal kita punya Roh Kudus ? Jawabnya adalah karena kita terbiasa percaya kepada yang kelihatan (mengandalkan manusia /sesama kita, harta, kepandaian, dll) dan tidak terbiasa percaya kepada yang tidak kelihatan yaitu Roh Kudus. Kunci bebas dari rasa kecewa adalah ketika kita mengandalkan 100% Kuasa Roh Kudus (yang artinya sama dengan mengandalkan 100% Kuasa Tuhan). Roh Kudus yang ada dalam hidup kita sudah lebih dari cukup untuk kita menghadapi persoalan apapun.  Maksimalkan Kuasa Roh Kudus yang ada di dalam hidup kita, jangan lagi kalah oleh perasaan (kecewa), pikiran, keinginan dan lemahnya tubuh kita. Ingat, kita sangat powerfull karena  hidup kita ada Kuasa yang sangat besar yaitu Roh Kudus.

Tuhan Yesus memberkati.

 

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :

  1. Apakah Saudara sering mengalami konflik dalam diri Saudara ? Ceritakan !
  2. Untuk lepas dari kekecewaan, apakah Saudara masih mau bergantung kepada yang kelihatan ?
  3. Percayakah Saudara bahwa Kuasa Roh Kudus yang ada dalam hidup kita sanggup melepaskan kita dari

rasa kecewa ?

  1. Untuk memaksimalkan Kuasa Roh Kudus dalam hidup Saudara, apa yang akan Anda lakukan? Apa

komitmen Saudara setelah PeKa hari ini ?

 

POKOK DOA :

  1. Berdoa bagi jemaat PeKa yang masih dalam pergumulan persoalan, supaya oleh Kuasa Roh Kudus dapat keluar sebagai pemenang.
  2. Berdoa bagi pemimpin rohani kita supaya Kuasa Roh Kudus semakin bekerja maksimal dalam pelayanan, penggembalaan dan dalam memimpin umat Tuhan.