Materi PeKa, Selasa 13 Nov ’18 – SUKACITA OLEH KARENA ROH KUDUS – BEBAS DARI KEKECEWAAAN

Materi PeKa
Selasa, 13 November 2018

SUKACITA OLEH KARENA ROH KUDUS – BEBAS DARI KEKECEWAAAN

PENDAHULUAN :
Yohanes 1:12 berkata : “Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya. Juga di dalam Galatia 4:5-6 kita mengetahui bahwa waktu kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, kita diberi kuasa untuk berseru kepada Allah : Ya Abba, Ya Bapa. Abba itu artinya sumber, menunjukkan bahwa source kehidupan kita berbeda. Sumber kita datangnya dari Bapa di Surga, bukan dari dunia ini, maka tidak aneh kalau kita diminta memiliki perbedaan, karena sumbernya juga berbeda.
Sebagai orang percaya, kita tahu bahwa kita juga memiliki masalah dalam kehidupan, mengalami panas dan hujan, mengalami pergumulan hidup yang terkadang berat, atau bahkan lebih berat daripada orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Yang diharapkan berbeda dari orang percaya adalah respon dan reaksi yang kita lakukan sewaktu hal yang tidak baik datang ke kehidupan kita. Respon kita seharusnya tidak sama karena ada pimpinan Roh Kudus dalam menghadapi ujian dan masalah yang kita hadapi dibandingkan dengan orang yang tidak bersumber dari Tuhan.
Sebagaimana seorang anak bisa dilahirkan karena ada proses hubungan yang intim dari kedua orangtuanya, begitu juga respon hati yang senantiasa bersyukur, tetap memiliki sukacita, tetap memiliki respon hati gembira adalah buah dan hasil dari hubungan kita dengan Tuhan. Hati yang bersukacita bukanlah seperti senyum di bibir yang dapat dibuat-buat, tetapi itu semua adalah hasil dari hubungan intim seseorang dengan Roh Kudus. Tidak mungkin kita dapat memiliki kekuatan untuk merespon masalah kekecewaan dan segala kepahitan hidup dengan hati yang bersukacita dan tetap percaya kepada Tuhan kalau kita tidak memiliki hubungan yang intim dengan Roh Kudus.
Sukacita tidak diartikan sebagai happy, tapi diartikan sebagai joy. Happy berbeda dengan joy, karena happy adalah kesenangan yang datang karena pengaruh dari luar, sedangkan joy adalah hati yang senang yang datang dari dalam dan tidak dipengaruhi oleh keadaan sekitar kita. Kita mengenal istilah Happy Hour, itu adalah program diskon harga dalam waktu yang terbatas. Di jam tersebut biasanya customer menjadi happy, tetapi ketika batasan waktunya habis, harganya menjadi lebih mahal, untuk customer tertentu, ketika harganya naik, happy-nya mereka juga selesai, dan mereka akan pulang.
Jika kita memiliki Roh Kudus, sukacita kita tidak dibatasi oleh waktu seperti program Happy Hour, tidak dibatasi oleh keadaan sekitar kita, tetapi kita dapat bersukacita kapan saja dan dimana saja, dan walaupun kita menghadapi problem yang berat sekalipun, kita memiliki kemampuan untuk bereaksi yang berbeda, sesuatu yang tidak mungkin dapat orang lain pahami dan lakukan. Jika ada orang yang mengetahui bahwa yang kita alami adalah sesuatu kekecewaan yang teramat berat, tetapi kita mampu untuk tidak membalas, bahkan mengampuni orang yang menyakiti kita tersebut, mungkin dan seharusnya menjadi bingung dan tidak mengerti mengapa kita dapat menjadi pribadi yang seperti itu, akan tetapi kita semua tahu bahwa hal tersebut dapat terjadi kalau kita dimampukan oleh Roh Kudus. Sewaktu hidup kita dikuasai oleh Roh Kudus, kita dapat memiliki sukacita yang terus terpancar dari dalam, yang akan memberikan kebebasan dan kelepasan dari belenggu akibat kekecewaan.
Dalam 2 Korintus 11;23-31 Paulus menceritakan tentang penderitaannya dalam melayani Kristus. Sewaktu melihat jemaat di kota-kota yang dilayani bertumbuh, Paulus menjadi bersukacita, walaupun sebenarnya dia sendiri sedang menderita. Di dalam segala penderitaannya, dia tidak menjadi lemah, malah menjadi semakin diperkuat sampai akhir hidupnya, dimana ayat dari perkataan Paulus yang sangat terkenal seringkali menghiasi orbituari orang-orang yang meninggal di dalam Tuhan, bahwa baginya hidup adalah Kristus, dan mati adalah suatu keuntungan.

Di dalam Yohanes 11:2-6, kita melihat bahwa janji Tuhan mengenai kehadiran Dia yang Akan Datang tidak sesuai dengan ekspektasi Yohanes Pembaptis, sehingga dia menjadi kecewa. Cara Tuhan hadir di dalam hidup kita, memberikan jawaban, solusi, atau teguran kepada kita, banyak dan seringkali tidak bisa kita pahami, akan tetapi janganlah karena cara dan keputusan Tuhan berbeda dengan apa yang kita bayangkan, kita menjadi kecewa

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :
1. Apakah Saudara pernah mengalami kekecewaan karena tindakan Tuhan berbeda dengan apa yang saudara harapkan atau pikirkan? Ceritakan pengalaman saudara.
2. Sukacita adalah sesuatu yang berasal dari Roh Kudus, bukan dari diri kita sendiri atau sekitar kita. Apakah sukacita bisa hilang dari diri kita? Apa yang membuat sukacita hilang? Dan bagaimana upaya kita untuk mendapatkan kembali sukacita yang hilang?
3. Banyak tokoh Alkitab yang bisa kita pelajari yang mampu bertahan dalam penderitaan dan dapat menang dari kekecewaan. Siapa sajakah mereka? Apa yang dapat kita pelajari dari mereka?

POKOK DOA :
1. Berdoa supaya memiliki hubungan yang lebih intim dengan Tuhan, sehingga Roh Kudus memberikan kita sukacita, bukan kesenangan yang berasal dari luar dan mudah sekali hilang
2. Berdoa supaya kita memiliki kekuatan dan tetap memelihara hati kita dari kekecewaan apalagi kepahitan ketika hal yang buruk terjadi di dalam hidup kita
3. Berdoa supaya sebagai saudara seiman dapat saling menguatkan, terutama dalam satu kelompok PeKa.