Materi PeKa – Selasa , 11 Desember 2018 – NATAL DAN KESABARAN

Materi PeKa

Selasa , 11 Desember  2018

 

NATAL DAN KESABARAN

Lukas 2:25-42

 

PENDAHULUAN:

Begitu memasuki bulan Desember, serasa identik dengan Natal.  Saat merayakan Natal ini Tuhan sedang menuntun kita untuk menjadi serupa dengan Kristus, dari  sisi  “kesabaran”.  Nama Simeon merupakan salah satu tokoh yang bisa kita jadikan teladan dalam merayakan Natal dan hidup dalam kesabaran, sampai usia lanjut Simeon tidak pernah lelah menunggu janji Tuhan digenapi.

 

Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan (Lukas 2:25-26).

 

Apa saja yang Simeon lakukan dalam menyambut Natal ini ?

  1. SIMEON IBADAH KE BAIT ALLAH

Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat (Lukas 2:27).

Datang ke Bait Allah zaman Simeon, zaman sekarang identik dengan datang ke gereja.  Dari sini kita belajar bahwa salah satu hal penting dalam merayakan Natal adalah “ibadah ke gereja”.

Tidak ada yang salah jika kita merencanakan liburan, jalan-jalan di dalam negeri atau bahkan luar negeri, tidak ada yang salah.  Namun jika kita melakukan semuanya dan sampai tidak sempat ibadah Natal, atau melayani, itu barulah salah, sebab melupakan hal paling esensi dalam merayakan Natal.

 

  1. SIMEON MENGALAMI PERJUMPAAN PRIBADI DENGAN PUTRA NATAL

Ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel (Lukas 2:28-32)

Dalam merayakan Natal kita bisa berjumpa dengan siapa saja, berjumpa dengan orang-orang seiman di gereja, berjumpa dengan keluarga besar, berjumpa dengan kawan lama, berjumpa dengan saudara di kampung halaman.  Berjumpa dengan semuanya penting, namun yang sangat amat penting adalah “Berjumpa dengan Yesus”. Perjumpaan Simeon dengan Yesus membuat dia siap jika sewaktu-waktu Tuhan panggil. Perjumpaan dengan Yesus bisa membuat kita mengalami kesembuhan, mengalami pemulihan, mengalami perubahan pola hidup, dan banyak berkat lagi jika kita mengalami perjumpaan dengan Yesus.

 

III. SIMEON MEWARTAKAN BERITA NATAL

Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan (Lukas 2:33-34).

Apa yang dilakukan Simeon membuat umat Tuhan yang datang ke Bait Allah dan orang tua Yesus makin memahami siapa Yesus sebenarnya. Jadi mula-mula Simeon mewartakan selingkup Bait Allah, lingkup keluarga Yusuf dan Maria, sekota Yerusalem, bahkan sampai kepada kita hari ini.  Jadi hal penting dalam merayakan Natal kali ini, kita juga perlu mewartakan berita Natal ini kepada teman/ saudara kita yang mungkin karena alasan tertentu sudah lama meninggalkan Tuhan.  Mereka perlu kita jangkau.  Mungkin kita wartakan kepada saudara-saudara kita di kampung halaman, supaya memahami siapa Yesus Putra Natal.

 

KESIMPULAN:

Akhirnya kita belajar, kesabaran membuahkan berkat yang luar biasa bagi Simeon, jika saja dia tidak sabar, ia tidak mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus. Jika tidak sabar bisa saja tidak memperoleh umur panjang.

 

Dan inilah yang dilakukan Simeon saat menyambut Natal

  1. Simeon ibadah ke Bait Allah.
  2. Simeon mengalami perjumpaan pribadi dengan Putra Natal.
  3. Simeon mewartakan berita Natal.

Jadi mari selagi merayakan Natal, hidupkan kesabaran kita hingga menerima janji-janji Tuhan sebagaimana yang Simeon alami.

Amin! Selamat Natal dan Tuhan memberkati.

 

BEBERAPA PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :

  1. Hadir dalam ibadah Natal menjadi menjadi hal utama, rencana Saudara mau menghadiri ibadah/ perayaan Natal kapan saja dan dimana ?
  2. Kapan Saudara mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus? Apa yang terjadi saat ini? Maukah Saudara mengalami lagi sepanjang perayaan Natal tahun ini?
  3. Berita Natal yang telah kita terima, akan kita wartakan kepada siapa di tahun ini? Adakah saudara / teman kita yang sudah mendesak untuk kita beritakan warta ini?

 

POKOK DOA:

  1. Berdoa supaya di Natal kali ini kita bukan hanya sekedar dapat mengikuti ibadah dan perayaannya saja tapi setiap kita dapat memaknai dan memahami esensi Natal yang sesungguhnya.
  2. Berdoa supaya di Natal kali ini kita mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Putra Natal.
  3. Berdoa supaya setiap kita diberi kemauan dan keberanian untuk mewartakan berita Natal kepada orang-orang di sekitar kita.