Materi PeKa – 28 Mei 2019 | Saat Takut Mencekam

Materi PeKa
Selasa, 28 Mei 2019

SAAT TAKUT MENCENGKERAM

PENDAHULUAN :
Semua orang merasakan takut, sehebat dan sekuat apapun kita manusia, punya rasa takut.
Setiap manusia memiliki ketakutan. Jika kita melihat ada seseorang yang sepertinya tidak takut apa-apa, mungkin orang itu bukannya tidak takut, tetapi dia sudah berhasil mengatasi rasa takutnya. Satu hal yang menarik, orang dewasa sekalipun bisa menjadi takut, panik atau bahkan menjadi marah oleh karena hal-hal kecil. Namun, hal itu bila dilihat dari sudut pandang orang lain sama sekali tidak menakutkan. Ini menunjukan bahwa ketakutan itu adalah hal yang sungguh-sungguh subjektif, tergantung kepada pribadi lepas pribadi dan bukan bergantung kepada objeknya.
• Yesus sebagai manusia 100% pun pernah merasakan takut
• Kita akan lihat apa yang Yesus lakukan saat ia takut? (Buka nats Matius 26:36-46)

ISI :
1. Terbuka pada sesama (ayat 37-38)
Tanpa tedeng aling-aling Matius menyebut Yesus “sedih” dan “gentar”. Markus memakai kata “takut”
• ayat 38: hatiku sangat sedih seperti mau mati
o ekspresi ketakutan Yesus sebagai manusia
o wujud keterbukaan tentang apa yang dirasa
• Yesus takut sebagai manusia karena akan menderita
1. Ia harus menggenapi apa yang telah dinubuatkan di Yesaya 53 (Mesias menderita)
2. Cara salib (Jelaskan tentang SALIB, hukuman dimulai abad ke 6 S.M sampai dengan ke 4 Sesudah M), ketakutan yang terbesar nya bukan menderita, tapi menerima murka Allah karena Yesus menanggung dosa umat manusia, sehingga Ia terpisah dengan Allah.
• Rasa takutnya itu Ia ceritakan tanpa malu
• Lukas: Yesus gemetar dan berkeringat banyak
• Bagaimanapun Yesus adalah manusia, yang berbagi rasa (sebagai pemimpin Yesus tidak jaim).

2. Tunduk pada Bapa (ay. 39-42)
• Ay.39 :
• meminta penderitaannya dibatalkan
• diakhiri dengan ketundukkan pada Bapa
• ayat 40 41:
• karena rasa takut, Yesus wara-wiri minta 3 muridnya ikut berdoa; butuh dukungan doa
• ayat 42 : doa Yesus sepenuhnya “ketundukkan”
• “Jadilah kehendakmu”
o Secara manusiawi Yesus ingin lolos dari derita
o Tapi dalam kegentaran Yesus tunduk pada Bapa
o Melakukan Kehendak Bapa
• Jadi, kehendak Bapa sebetulnya indah “derita sementara, tapi sukacita selamanya”
• Yesus memahami maksud utuh Bapa: happy ending itu sebabnya Yesus tetap tunduk.

3. Terus berdoa (Ayat 44)
• Ay 44:
o berdoa untuk ketiga kalinya
o doa yang itu juga, terus-menerus
o karena takut, doa berkali-kali dengan isi yang sama. Yesus mengajarkan saat takut, berdoa.
o tak ada tempat teraman pada rasa takut, kecuali doa.
o jangan malu-malu dan jangan bosan menyampaikan doa yang sama, sampai sesuatu terjadi sampai kita dikuatkan.
o Lukas 22:39-46 malaikat datang menguatkan

Seharusnya orang yang telah berdoa tak takut lagi Ia harus tenang dan berani, jangan sampai setelah berdoa masih takut.

PENUTUP :
Jadi Solusi lepas dari ketakutan adalah 3 T, yaitu :
1. Terbuka pada sesama
2. Tunduk pada Bapa
3. Terus berdoa

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :
1. Apa yang Saudara takutkan selama ini? Kenapa Saudara takut? Bagaimana Saudara lepas dari ketakutanmu?
2. Apa yang Saudara lakukan pada saat takut mencengkeram?
3. Kapan dan dimana Saudara merasa tenang dan berani? Sharingkanlah!

POKOK DOA :
1. Saling mendoakan agar setiap kita lepas dari rasa takut dan penuh dengan rasa tenang dan berani yang berasal dari Roh Kudus setiap harinya
2. Doakan para pemimpin negara, gereja-gereja Tuhan untuk berani melakukan kebenaran yang sesuai dengan kehendak Tuhan