Materi PeKa – 18 Juni 2019 | Berdoa dipimpin Roh Kudus

Materi PeKa
Selasa, 18 Juni 2019
BERDOA DIPIMPIN ROH KUDUS

Sebagai orang percaya, berdoa merupakan sebuah kegiatan yang seharusnya menjadi salah satu gaya hidup kita. Namun sisi manusia jasmani kita serba terbatas dan memiliki banyak kelemahan. Keterbatasan-keterbatasan ini sering menghambat kita dalam melakukan banyak hal termasuk dalam hal berdoa.
Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus dan peristiwa pencurahan Roh Kudus yang baru saja kita peringati, mengingatkan kita bahwa kita memiliki Seorang Penolong yang Tuhan Yesus utus untuk membantu dalam kelemahan kita termasuk dalam hal berdoa. Penolong itu adalah Roh Kudus. Kita sering mengalami kesulitan ketika berdoa secara akal budi terutama saat tekanan, saat masalah kehidupan yang berat kita alami. Saat itu Roh Penolong akan membantu dan memimpin kita berdoa. Jadi kita bisa terus berdoa di dalam pimpinan Roh Kudus.

Mengapa kita perlu berdoa di dalam pimpinan Roh Kudus ?
1. Karena kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya kita harus berdoa. Roma 8:26 “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya kita harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
Kata asli dari “Roh” adalah “Pneuma” yaitu Pribadi ketiga dari Tritunggal. Kata “berdoa” bahasa aslinya “huperentugchamo” berarti bersyafaat bagi kita kepada Allah. Kata “keluhan” berasal dari kata “Stenagmos” yang berarti dalam nafas yang panjang, merintih atau mengerang.
Sering terjadi saat kita dalam tekanan dan masalah hidup yang sangat berat, kita tidak tahu lagi apa yang harus kita ucapkan dalam doa secara akal budi. Pada saat itu kita dapat menarik nafas panjang atau merintih atau mengerang, dan minta Roh Kudus mengambil alih dan memimpin kita berdoa. Saat itu Roh Kudus akan bersyafaat bagi kita kepada Allah. Pada saat seperti ini, bagi orang yang sudah mendapat baptisan Roh Kudus dapat juga berbahasa lidah sebagai langkah untuk membangun diri dan imannya.
Contoh (Baca 1 Sam 1:12-15), Hana berdoa di hadapan TUHAN, namun tidak ada kata-kata keluar dari mulutnya. Hana hanya bisa menggerak-gerakan bibirnya tanpa ada suara kedengaran. Hana sangat tertekan karena keinginan yang sangat besar untuk memiliki keturunan. Dia sangat merasa hina. Orang yang mandul pada waktu itu dianggap sangat rendah dan terkutuk. Dalam keadaan seperti itu, bahkan Eli menganggap Hana sedang mabuk. Namun Hana berdoa dalam hatinya yang tertuju kepada Allah, yang walaupun tidak terungkapkan lewat kata-kata, namun doanya sampai kepada Allah, dan Allah akan memberikan kepada Hana apa yang dia minta (Ayat 17).

2. Berdoa dalam Roh adalah doa yang berkenan kepada Allah. (1 Tim 2:1-3) Doa kita dalam pimpinan Roh Kudus ditujukan untuk orang-orang kudus yaitu untuk orang percaya yang sudah dikuduskan, untuk semua orang agar setiap jiwa diselamatkan, untuk para pemimpin bangsa agar kita dapat hidup tenteram dan damai sejahtera, untuk hamba-hamba Tuhan terutama pemimpin rohani kita agar mampu menggembalakan seluruh jemaat yang dipercayakan dan dalam keberanian akan menyatakan kebenaran di manapun dan kapanpun.
Efesus 6:18-20 menyebutkan bahwa kita harus berdoa dalam Roh untuk orang kudus, dan untuk pemimpin rohani. Dan doa seperti ini adalah doa yang berkenan kepada Allah.
PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :
1. Pernahkan Saudara mengalami kesulitan dalam berdoa secara akal budi ? Ceritakan pengalaman tersebut!
2. Bagaimana cara Saudara mengatasinya kesulitan saat berdoa dengan mengandalkan akal budi? Sharingkanlah!
POKOK DOA :
1. Saling mendoakan sesama anggota kelompok, berdoa bagi jiwa-jiwa (yang dikenal yang belum diselamatkan), berdoa bagi pemimpin rohani, berdoa bagi pemimpin kota dan bangsa.