Materi PeKa, 17 September 2019

Materi PeKa
Selasa, 17 September 2019

Berjaga-jaga dari Dosa Bangsa Israel di Padang Gurun
(I Korintus 10:1-13)

Paulus mencoba untuk memperingatkan jemaat Tuhan yang ada di Korintus yang “lemah secara pengetahuan” dan jemaat yang telah mempunyai “pengetahuan” (I Korintus 8) untuk tetap waspada dan berhati-hati. Dia memberikan nasehat agar jemaat di Korintus yang telah menerima keselamatan di dalam Yesus Kristus, tetap bertanggung jawab terhadap keselamatan yang sudah mereka peroleh.
Bangsa Israel telah menerima hak-hak istimewa dan menerima banyak berkat dari Tuhan. Ketika mereka berjalan di padang gurun, Tuhan hadir menyertai melalui Tiang Awan dan Tiang Api (Keluaran 13 : 21–22) yang menuntun dan melindunginya, sehingga mereka dapat berjalan baik siang maupun malam. Mereka juga dituntun Tuhan melewati Laut Merah dengan selamat ketika musuh mengejar mereka (Keluaran 14 : 19 – 31). Umat Israel juga telah menerima persatuan yang sempurna dengan Musa dan telah dibaptis dalam awan dan dalam laut seperti halnya orang Kristen dibaptis di dalam Kristus (I Korintus 10:2-4). Bahkan, ketika umat Israel lapar, mereka mendapatkan “Manna” di padang gurun dan mereka minum dari Bukit Batu, ketika umat itu kehausan (Bilangan 20 : 1 – 11). Sungguh luar biasa keistimewaan yang dimiliki umat Israel ini, tetapi semua tanda-tanda itu tidak menjamin umat Israel bebas dari dosa.
Dosa-dosa yang dilakukan oleh Bangsa Israel adalah sebagai berikut:
1. Bangsa Israel tidak bersyukur dengan mendapatkan “Manna”. Mereka menjadi rakus dengan menginginkan daging (ayat 6) ; (Bilangan 11:4-6). Mengucap syukurlah dalam segala hal sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (I Tesalonika 5:18).
2. Mereka melakukan penyembahan berhala dengan patung lembu emas (ayat 7) (Keluaran 32:1-6). Hidup dengan mengandalkan kekuatan sendiri tanpa bergantung pada Tuhan merupakan salah satu bentuk penyembahan berhala. Kesombongan sangat dibenci Tuhan. (Yeremia 17:5-6).
3. Mereka melakukan percabulan (ayat 8) ; (Bilangan 25:1-3). Tuhan harus dijadikan yang terutama dalam hidup kita. Jangan mendua hati.
4. Mereka mencobai Tuhan dengan berani berkata-kata melawan Tuhan Allah (ayat 9). Bangsa Israel melawan Allah dan Musa, sehingga banyak orang Israel yang mati dipagut ular (Bilangan 21:5-6).
5. Mereka bersungut-sungut (ayat 10), sehingga 14.700 orang Israel dibinasakan oleh malaikat maut (Bilangan 16:41-49).
Pengalaman dan peristiwa yang terjadi pada bangsa Israel ini menjadi pelajaran dan peringatan berharga bagi jemaat Korintus dan bagi kita saat ini, karena siapa pun orangnya bisa jatuh ke dalam pencobaan, sekalipun dia orang yang percaya. Segala pencobaan yang membuat kita jatuh ke dalam dosa akan selalu ada, walaupun kita selalu hidup di dalam naungan Firman Tuhan. Tetapi, ada hal yang sangat penting yang harus kita ingat, ketika kita jatuh ke dalam pencobaan, janganlah kita dengan cepat menimpakan kesalahan kepada Tuhan. Sebab bisa saja pencobaan itu terjadi karena perbuatan kita, karena keinginan kita sendiri (Yakobus 1 : 14) sehingga kita jatuh ke dalam dosa. Tetapi, memang adakalanya ujian itu datang untuk meneguhkan dan menguatkan iman kita.Untuk itu perlu kita waspada dan berjaga-jaga. Tetap berserah kepada Tuhan, karena tanpa Tuhan kita tidak akan mampu menghadapi berbagai cobaan yang datang. Biarlah Tuhan yang menjadi perisai, dan kekuatan kita, sebab bersama Tuhan kita akan dimampukan untuk menghadapinya. Jangan pernah berputus asa, di dalam Tuhan selalu ada solusi (ayat 13). Ketika kita menang melawan pencobaan itu, Tuhan akan menganugerahkan mahkota kehidupan bagi setiap orang yang tetap teguh di dalam iman (Yakobus 1 : 12).

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :
1. Bagaimana caranya kita mensyukuri segala berkat dan pertolongan yang sudah kita alami selama ini?
2. Di antara lima dosa yang diuraikan di atas, mana dosa yang membuat Anda jatuh?
3. Sharingkan cara-cara menang atas pencobaan.

POKOK DOA :
Saling mendoakan agar semakin kuat dalam menghadapi berbagai pencobaan dan semakin giat dalam melakukan Firman Tuhan.