Materi PeKa – 16 Juli 2019 – Hati-hati Menjaga Hati

Materi PeKa
Selasa, 16 Juli 2019
HATI-HATI MENJAGA HATI
(Kejadian 4:1-16)

PENDAHULUAN :
Disadari atau tidak banyak masalah terjadi didalam hidup manusia dikarenakan kita tidak dapat menjaga hati kita dari iri hati dan rasa amarah, bukan berarti sebagai manusia kita tidak boleh marah, karena marah adalah salah satu bentuk manusia mengungkapkan perasaannya, yang tidak diperbolehkan adalah saat kita dikuasai oleh kemarahan sehingga kita melakukan berbagai macam dosa akibat kita tidak dapat menguasai kemarahan kita. marah bukanlah dosa namun respon kita dalam menguasai kemarahan yang dapat membuat kita berbuat dosa.

Efesus 4:26-27 (TB), “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”

Firman Tuhan menceritakan bagaimana Kain tidak dapat menjaga hatinya dari iri hati dan kemarahan, kemarahan menguasai hati Kain pada saat dia mengetahui bahwa korban persembahannya tidak diterima oleh Allah sedangkan persembahan yang diberikan oleh Habel diterima oleh Allah.

Dari Firman Tuhan yang kita baca kita dapat melihat bahwa ada jeda antara iri hati, kemarahan yang dirasakan oleh Kain sampai Kain mengambil keputusan untuk berbuat dosa dengan membunuh Habel adiknya sendiri. Dalam jeda itu Tuhan telah mengingatkan Kain untuk dapat menguasai kemarahannya namun Kain tidak mengindahkannya, hal ini yang membuat Kain tidak dapat menguasai hatinya sehingga dikuasai oleh kemarahan yang menyebabkan Kain melakukan hal yang pada akhirnya membawanya kepada kutuk dan hukuman Tuhan karena membunuh Habel.

Dari cerita di atas kita dapat belajar beberapa hal, yaitu :
1. Jaga hatimu dengan segala kewaspadaan.
Amsal 14:30 (TB), “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”

Kain iri kepada persembahan Habel yang diterima oleh Allah, dari iri hati inilah timbul kemarahan yang tidak dapat dikuasai oleh Kain sehingga mengambil keputusan untuk membunuh Habel.
Kita diberikan kuasa untuk dapat menguasai diri kita dari godaan dosa. namun pada akhirnya pilihan kita sendirilah yang akan menentukan apakah kita akan tetap berbuat dosa atau tidak.

Kejadian 4:6-7 (TB), “Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.””

2. Jangan pernah mengambil keputusan apapun pada saat hati kita dikuasai kemarahan.
Tenangkan hati dan dinginkan pikiran kita terlebih dahulu sebelum kita mengambil sebuah keputusan saat kita dikuasai kemarahan. karena hampir dapat dipastikan semua keputusan yang diambil pada saat kita dikuasai kemarahan adalah keputusan yang salah.
Amsal 20:3 (TB), “Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.”

3. Pikirkan dengan seksama akibatnya.
Kejadian 4:10-12 (TB), “Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. “
Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”

Saat ini jangan biarkan lagi iri hati dan amarah menguasai kehidupan kita. Jangan menjadi bodoh seperti Kain yang tidak dapat menguasai kemarahannya sehingga harus menanggung konsekuensi dari pilihannya membunuh Habel. Hati-hati dalam menjaga hati karena dari situlah terpancar kehidupan.

Amsal 4:23 (TB), “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :
1. Apakah Saudara masih sering dikuasai iri hati dan kemarahan terhadap sesama? Apa yang biasanya menyebabkan Saudara iri dan marah dengan sesama? Berikanlah contoh pengalaman yang pernah Saudara dialami!
2. Pernahkah Saudara mengambil keputusan pada saat emosi? Cenderung baik atau tidak baik keputusan tersebut? Ceritakanlah contoh pengalaman yang pernah Saudara alami!

POKOK DOA :
Saling mendoakan agar masing2 jemaat dapat diberikan kesabaran dan kekuatan untuk tidak dikuasai oleh iri hati dan kemarahan terhadap orang2 yang menyakiti hati.