Materi PeKa – 13 Agustus 2019

MENJAGA KEMERDEKAAN YANG SEJATI
(Yoh 8:31-32)

Materi PeKa
Selasa, 13 Agustus 2019

PENDAHULUAN :
Selama 350 tahun bangsa Indonesia hidupnya terjajah oleh Belanda, selama itu para anak bangsa berjuang untuk meraih kemerdekaan, dan puncaknya pada tanggal 17 Agustus 1945 Presiden Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Maka sejak proklamasi kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia mengalami kemerdekaan sepenuhnya.
Dalam Yohanes 8:33; memberikan gambaran tentang Bangsa Israel yang sedang terjajah oleh bangsa Romawi, mereka sedang menanti-nantikan Mesias Sang Pembebas, namun mereka berkata bahwa mereka adalah keturunan Abraham dan mereka tidak pernah menjadi hamba siapapun. Wow, mereka sedang terjajah, namun tidak merasa diperhamba!

Betapa berbahayanya, apabila kita merasa merdeka, namun sejatinya kita sedang diperhamba oleh dosa. Firman Tuhan dengan jelas memberitahu kita bahwa status sebagai orang Kristen tidak serta merta menjadi jaminan bahwa kita pasti selamat, mengerti kebenaran, dan mengalami kemerdekaan sejati. Bagaimana mengalami kemerdekaan yang sejati? Dan bagaimana menjaga kemerdekaan itu sendiri?

ISI:
(Yoh 8:32) “kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu; The truth will set you free adalah kalimat yang terkenal. Di dalam bahasa latinnya Veritas Vos Liberabit, kalimat yang dipakai paling sedikit oleh 22 universitas sebagai motonya; diantaranya adalah John Hopkins university, Ottawa university, California Institute of Technology.
Apa artinya the truth will set you free (Kebenran itu akan memerdekakan kamu)?
Untuk mengerti kalimat ini, Yesus memberikan 3 syarat mengalami kemerdekaan sejati sebagai berikut :
1. Percaya kepada Yesus dan menjadi murid-Nya.
Kata kebenaran dituliskan dalam bahasa Yunani “Aletheia (the Truth)” yang artinya kebenaran Allah, dan kebenaran Allah adalah Yesus itu sendiri.
Seperti yang kita baca dalam Yohanes 8:30 , “banyak” orang Yahudi yang mendengarkan Yesus, percaya kepada-Nya. Tetapi, mereka yang mengaku percaya kemungkinan belum memahami apa arti sesungguhnya percaya pada Yesus. Karena, seperti yang telah dikatakan, “mengaku percaya itu mudah, namun menjadi berbeda saat harus mempraktekkan dan membuktikan iman percaya nya kepada Yesus dihadapan dunia.
Kepercayaan sejati pada Yesus adalah keyakinan yang teguh pada Yesus. Dan Yesus berkata, “Jika anda terus untuk mengejar Saya, anda benar-benar murid-Ku.”.

2. Tinggal di dalam Firman-Nya ( Taat dan Setia)
Tuhan Yesus berkata di dalam Yoh 8:31 “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku”. Dalam terjemahan NET “… If you continue to follow my teaching, you are really my disciples”.
Untuk tetap dalam firman-Nya, serta berpegang pada ajaran Kristus memerlukan kesetiaan yang berkelanjutan dan kepatuhan, seperti yang kita baca dalam Yohanes 14:15 , Yesus berkata “jika kamu mencintaiku, taati perintah-Ku (NIV)” Kemudian dalam Yohanes 15:14 , Dia mengatakan “Kamu adalah teman-temanku jika kamu melakukan apa yang aku perintahkan (NIV) ”
Murid sejati adalah mereka yang memiliki iman yang taat dan setia sampai akhir.”

3. Mengetahui kebenaran sejati (kebenaran Allah)
Kata kebenaran (Ginosko) artinya mengenal dan memahami.
Ketika orang-orang Yahudi mendengar perkataan ini, mereka mulai merengutkan kening mereka, apa maksud-Mu kebenaran akan memerdekakan kami. Apa maksud-Mu dengan “merdeka”? Kami selama ini merdeka, kami tidak pernah menjadi budak siapapun. Kami selalu menjadi orang-orang yang merdeka.
Maka Yesus menjelaskan hal ini dalam Yoh 8:34 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” Tuhan Yesus mau mengatakan tidak ada orang yang merdeka. tidak ada manusia di dunia ini yang merdeka. Semua manusia adalah budak dosa, tidak ada orang yang benar-benar merdeka. Tuhan Yesus mau mengatakan dosa bukan hanya perbuatan yang engkau lakukan, tetapi suatu kuasa yang menguasai hati manusia yang membuat manusia melakukan perbuatan jahat itu. Manusia berbuat dosa karena dia adalah budak dosa.

Itu sebabnya manusia membutuhkan untuk mengenal dan memahami kebenaran sejati, dan kebenaran ini adalah prinsip dan Pribadi Kristus sendiri. Kebenarannya adalah percaya serta mengenal Tuhan Yesus Kristus dan persekutuan kita dengan Firman-Nya dan ketaatan kita kepada Firman itu haruslah tetap. Dan, kemudian dalam Yohanes pasal 14, Yesus mengatakan bahwa, pada akhirnya, Dia adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup ( Yoh 14: 6 ). Singkatnya, jika kita bertekun dalam Kebenaran Yesus, kita akan dibebaskan.

KESIMPULAN :
Keselamatan dan dan kemerdekaan sejati hanya kita peroleh bila kita mau percaya kepada Yesus dan itu dibuktikan dengan hidup dalam kebenaran.

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :
1. Apa arti frasa (pernyataan) “tinggal di dalam firman-Ku”? Bagaimana kita bisa hidup dalam Firman Yesus?
2. Menurut Saudara; dengan cara apa kebenaran membebaskan seseorang?
3. Tindakan apa yang Saudara lakukan untuk menjaga kemerdekaan? Kapan dan dimana Saudara yakin memiliki kemerdekaan sejati ?

POKOK DOA :
1. Saling mendoakan agar setiap Saudara memiliki kemerdekaan yang sejati.
2. Doakan para pemimpin negara, gereja-gereja Tuhan untuk berani melakukan kebenaran yang sesuai dengan kehendak Tuhan.