Materi PeKa – 10 Maret ’20

Materi PeKa
Selasa, 10 Maret 2020

PRIBADI ROH KUDUS

Jika kita bertemu dengan seseorang di suatu waktu dan tempat tertentu, dan kita mengamati gerak-gerik dan penampilan maupun tingkah laku orang tersebut, kita akan menyimpulkan bahwa melalui atribut yang dipakai mulai dari pakaian, pernak pernik, cara berbicara dan apa yang dilakukannya, merupakan upaya seseorang untuk menggambarkan identitas dirinya dengan harapan orang memahami siapa dirinya.

Identitas pribadi merupakan karakteristik unik yang membedakannya dengan orang lain. Setiap orang mempunyai identitas pribadinya masing-masing sehingga tidak akan sama dengan identitas orang lain.

Apakah Roh Kudus bisa dikatakan sebagai pribadi?

Tentu saja bisa, sebab biasanya yang dikatakan sebagai pribadi adalah oknum yang memiliki pikiran, perasaan dan kehendak serta melakukan suatu tindakan atas kehendaknya sendiri. Alkitab memberi banyak informasi dan penjelasan bahwa Roh Kudus memiliki pikiran, perasaan dan kehendak serta melakukan berbagai tindakan. Hal ini terbukti dalam beberapa informasi yang ditulis Alkitab :

1. Roh Kudus memiliki kehendak (1Kor. 12:11).
Tersirat di balik pernyataan ini bahwa Ia berkehendak memberikan karunia, sekaligus disini nampak bahwa Ia memiliki hak untuk memberikan kuasa itu. Tanpa keraguan, bukti yang paling nyata dan konklusif untuk kepribadian Roh Kudus ditemukan dalam karya-karyaNya. Meskipun bukan tujuan dari diskusi ini untuk memeriksa sifat dari karyaNya, itu adalah bukti yang cukup dari kepribadianNya hanya untuk menyebutkannya. Karakter utama dari karyaNya membuat mustahil untuk menafsirkan Alkitab dengan benar tanpa mengasumsikan kepribadianNya. Dari diskusi yang lebih lengkap tentang karya-karyaNya untuk diikuti, ilustrasi-ilustrasi ini akan cukup:
• Karya-Nya dalam penciptaan ( Kejadian 1: 2 );
• Karyanya dalam pemberdayaan ( Zakharia 4: 6 );
• Pelayanan pengajaran-Nya ( Yohanes 16:13 );
• Tuntunan-Nya ( Yes 48:16 ; Rm 8:14 );
• Penghiburan-Nya ( Yohanes 14:26);
• Doa-Nya ( Rm. 8:26 );
• Pekerjaan-Nya untuk meyakinkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman ( Yohanes 16: 8 );
• Pengekangannya akan dosa ( Yes 59:19 );
• Perintah otoritatif-Nya ( Kis 8:29; 13: 2; 16: 7 ).
2. Roh Kudus memiliki pikiran (1Kor. 2:10; Rm. 8:26-27).
Dalam teks ini dikatakan bahwa Roh Kudus menyelidiki, yang bermakna memeriksa dengan teliti untuk mendapat suatu hasil yang tepat dan detail. Dalam kegiatan investigasi ini membutuhkan pikiran yang cerdas. Esensi pikiran atau kecerdasan lebih lanjut dikonfirmasi oleh pekerjaanNya. Karya-karyanya menunjukkan kecerdasan, pengetahuan, dan fungsi normal kepribadian. Kepribadian, yang merupakan atribut dari PribadiNya, ditunjukkan oleh tindakan-tindakan Pribadi. Atribut kemahatahuan ( 1 Kor 2: 10-11 ) adalah bukti keberadaan pikiran dan kecerdasan pada bidang keilahian.
3. Roh Kudus memiliki perasaan (efesus 4:30).
Roh Kudus yang tinggal di dalam orang percaya (Roma 8:9; 1 Kor 6:19) adalah oknum yang dapat mengalami duka atau kesedihan yang mendalam. Sasaran Roh untuk semua orang percaya adalah keserupaan dengan Kristus (Ef 1:4; 2:10; 4:13)

Kesadaran akan identitas diri biasanya membuat orang berusaha hidup sesuai identitas itu. Walaupun ada orang yang tidak menyukai identitasnya sehingga hidup berlawanan dengan identitas itu.

Dalam identitas kita sebagai orang percaya yang mengenal Allah dan menyatakan diri bahwa kita Anak Allah, seharusnya kita hidup menurut pimpinan Roh Kudus. Apa yang ada di pikiran, perasaan dan kehendak kita hendaknya seturut dengan Roh Kudus. Menjalani hidup sebagai anak Allah dengan tutur kata dan perbuatan kita menjadi berkat dan memuliakan Tuhan.

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN :
1. Menurut Saudara bagaimanakah seharusnya cara hidup kita bila kita memiliki identitas pribadi kita sebagai anak Allah, baik dalam pikiran, perasaan dan kehendak kita yang terwujud dalam tingkah laku kita?

POKOK DOA :
1. Saling mendoakan supaya setiap kita dapat selalu hidup dalam pimpinan Roh Kudus.