HIDUP DALAM KESUCIAN

Pdm. Andreas. S. Tirtaatmadja

Berfirmanlah Allah: ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan ikan di laut dan burung burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh buni dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Kejadian 1 : 26

Kita diciptakan sesuai menurut gambar dan rupa Allah, jadi kita merupakan potret Allah di muka bumi. Namun bagaimana perasaan kita jika kita melihat potret kita di coret-coret, akan marahkah kita atau minimal akan merasa kesalkah kita? Demikianlah juga dengan Allah tidak akan merasa senang bila ada orang yang merusak gambar dan rupa Allah, yaitu kita sebagai potret Allah di dunia ini. Kita merusak citra Allah yang sempurna dengan perbuatan-perbuatan kita atau dengan kata-kata kita, dengan kita melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada-Nya, dengan dosa-dosa yang kita perbuat. Kita sebagai potret dan gambar Allah dengan sengaja membuat orang melihat gambar Allah tercoreng.

Apa yang harus kita lakukan agar tidak mencoreng citra Allah dalam hidup kita? Ya, kita harus hidup menjalankan Firman Tuhan di dalam hidup kita, agar orang bisa melihat Allah dalam hidup kita. Mari kita akan lihat dalam surat yang ditulis oleh Rasul Petrus. Dalam surat 1 Petrus 1:1, Petrus menujukan surat itu kepada orang-orang pendatang, yang berarti bukan penduduk asli (Yahudi). Sama juga dengan kita sebagai pendatang di dunia ini. Kita bukan lagi dari dunia ini karena dengan kelahiran baru (pertobatan) kita, maka kita sudah menjadi warganegara surga, dan kita hanya menetap sementara di dunia ini sebagai pendatang. Apa yang rasul Petrus inginkan kita perbuat supaya tidak mempermalukan gambar Allah:

1. Hiduplah Dalam Kekudusan
Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. 1 Petrus 2 : 11-12
Hiduplah dengan membuang semua kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Ayat 11 dan 12 juga menyatakan supaya kita menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa; memiliki hidup yang baik di tengah dunia supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah.

2. Hiduplah Dalam Ketaatan
Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. I Petrus 2:13-14
Tunduklah kepada Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi maupun wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang yang berbuat baik. Ini berarti kita harus taat kepada pemerintah maupun kepada para pemimpin dalam gereja kita. Taat berarti tunduk dan melaksanakan apa yang diwajibkan/diharuskan bagi kita. Tidak secara sengaja melanggar peraturan yang telah ditetapkan atau menentangnya. Tapi tentu saja kita harus lebih mengutamakan perintah Allah daripada perintah manusia.

3. Hiduplah Takut Akan Allah
Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja! 1 Petrus 2:15-17

a. Berbuat baik: Alexander Nisbet mengatakan “Sekalipun kadang kadang cocok bagi umat Tuhan untuk menggunakakan pembelaan diri dengan cara kata-kata untuk membersihkan diri dan cara-cara pembelaan yang sah lainnya terhadap fitnahan palsu. Tetapi sikap yang kudus dan kristiani merupakan cara yang paling kuat. Yaitu berbuat baik.”

b. Hidup sebagai orang yang merdeka, tapi tidak mengunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan kita, seperti karena Tuhan telah menebus dosa kita, baik dosa yang lalu, yang sekarang dan yang akan kita lakukan, lalu kita hidup seenaknya dan tak usah mengaku dosa dan tidak menyesalinya seperti ajaran yang banyak beredar sekarang ini. Karena sebenarnya dosa yang diampuni adalah dosa yang diakui dan disesali. Yesus sendiri berkata: Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.

C. Hormati semua orang, kasihilah saudara saudaramu. Ingat hukum kasih yang terutama yang pertama dan kedua (Mat 22:37-39)

Dengan cara melakukan hal-hal tersebut di atas, maka kita tidak mempermalukan Tuhan tapi kita hidup memuliakan-Nya. Tuhan memberkati!