Berjaga-jaga dan Berdoa

Pdt. Ir. Budiman S.
16 Desember 2018

Natal itu bukan mengenai keseruan acara natal, bukan tentang liburan, bukan tentang sekadar perayaan. Natal itu bercerita tentang kasih Allah kepada kita umat manusia (Yoh 3:16). Kasih karunia yang Tuhan berikan itu gratis tapi tidak murahan. Kasih karunia ini harus tetap dijaga dengan berjaga-jaga dan berdoa di dalam Tuhan (Luk 21:36). Berjaga-jaga ini berarti mempersiapkan diri (hidup kudus) menyambut Tuhan

Mengapa kita harus berjaga-jaga dan berdoa
1. Karna waktu Tuhan sudah dekat
Akhir-akhir ini sudah mulai terlihat tanda-ta da akhir jaman. Walaupun kita tidak tahu pasti kapan waktu kedatangan Tuhan, tapi kita perlu mempersiapkan diri seakan-akan besok adalah waktu kedatangan Tuhan.
Janganlah kita menjadi gadis yang bodoh. Yang tidak berjaga-jaga dan tidak menjaga pelitanya sesaat mempelai pria itu datang (kedatangan Tuhan Yesus). Jadilah gadis yang bijaksana yang tetap berjaga-jaga sehingga sesaat setelah mempelai pria datang, pelita mereka nasih menyala dan mereka dapat ikut dalam perjamuan kawin.
Pelita itu berbicara tentang roh kita. Pelita hanya dapat menyala apabila terisi oleh minyak. Minyak ini berupa Roh Kudus. Maka dari itu kita harus hidup dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus.

2. Supaya kita tidak disesatkan
Dalam Lukas 21:8, Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridnya untuk berjaga-jaga sehingga mereka tidak dapat disesatkan. Berjaga-jaga lah supaya kita menjadi waspada terhadap pengajaran-pengajaran sehingga tidak mudah disesatkan oleh si jahat.

3. Supaya kita kuat menghadapi hari-hari yang akan datang
Kita akan mati ketika kekuatiran ada dalam hidup kita. Dengan berjaga-jaga kita dapat mendapatkan kekuatan dari Tuhan sehingga tidak mudah terjebak dengan daya tarik dunia sehingga kita dapat mati (Luk 21:34).

Berjaga-jaga lah dan berdoa berbicara tentang
1. Selalu penuh dengan Roh Kudus
2. Menguji setiap pengajaran
3. Jangan terjebak dengan daya tarik dunia

Selamat Natal