06 Oktober 2019 Pdt Lukas Suherli – Menjaga Perkataan

Minggu, 6 Oktober 2019
Pdt. Lukas Suherli

MENJAGA PERKATAAN

Mazmur 141:3 (TB)  Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

Daud sebagian besar hidupnya hidup dalam pengejaran Saul, wajar jika Daud mengatai mertuanya dengan kata2 yang tidak baik, tetapi hal itu tidak dilakukannya. Daud tetap menjaga mulutnya, menjaga perkataan nya. Daud menyadari sewaktu waktu mulutnya salah dalam berkata kata, sebab itu dia berdoa minta Tuhan mengawasi & berjaga pada pintu bibirnya.

Mengapa kita harus menjaga perkataan ?

1. Menentukan masa depan.
Amsal 18:21 (TB)  Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Bisnis kita bisa mati karena perkataan.
Hubungan suami isteri mati karena perkataan.
Sukses bisa dicapai karena perkataan.
Menjadi kaya bisa di capai karena perkataan.
Perkataan negatif dapat mematikan karakter anak/seseorang.
Hidup & mati dikuasai lidah.

2. Melihat hari hari baik.
1 Petrus 3:10 (TB)  “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

Melihat hari hari kita baik di tentukan dari perkataan.

3. Tuhan akan melakukan apa yang kita ucapkan.
Bilangan 14:28 (TB)  Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.

Perkataan kita penuh kuasa, karena apa yang kita ucapkan akan Tuhan lakukan…akan terjadi.

Bagaimana menjaga perkataan

MEMBERESKAN HATI SETIAP HARI.
Matius 15:18-19 (TB)
18. Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Bagaimana supaya perkataan kita penuh kuasa

PERKATAKAN FIRMAN SETIAP HARI.
PERKATAKAN PERKATAAN IMAN SETIAP HARI.
DALAM HATI KITA PERCAYA DENGAN MULUT KITA MENGAKU/MENGATAKAN.

Yehezkiel 37:7-10 (TB)
7.Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.
8.Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.
9.Maka firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.”
10.Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.